Natuna ....,Siapa yang tidak kenal dengan nama ini, sebuah daerah kepulauan yang terletak diujung utara indonesia, Provinsi Kepulauan Riau.Berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan
Jika sobat JW berkunjung ke Natuna sangat rugi kalau tidak mampir ketaman batu ini, yang dikenal dengan Alif Stone Park atau Taman Batu Alif. Disebut Batu Alif karena ada batu besar  tegak seperti huruf Alif dalam bahasa Arab

Alif Stone Park atau taman batu Alif ini merupakan hamparan batu-batu Granit Besar yang menyembul dari permukaan tanah, seperti bukit-bukit taman batu.

Lokasi objek wisata Alif Stone Park berada tidak jauh dari ibukota Ranai yakni di Pulau Bunguran ,Kabupaten Natuna, tepatnya di Desa Sepempang.
Ingin Menonton Klik di 👇
Untuk dapat sampai ketempat ini Sobat dengan mudahnya bisa menggunakan kendaraan roda dua  dan empat dengan jarak tempuh sekitar 10 s/d 15 menit serta infrastruktur jalannya sangat baik.

Destinasi wisata ini memadukan antara pantai yang berpasir putih, air laut yang jernih serta hamparan batu granit raksasa. Ketika pertama kali Sobat sampai ke tempat ini, Sobat akan melewati celah-celah batu dengan lebar 1 meter, cukup berjalan sekitar 10 m Sobat akan menemukan pintu masuk berupa batu besar.

Adapun fasilitas yang tersedia ditempat ini ada penginapan, taman kupu-kupu dan Tulang belulang Ikan Paus yang sudah mati.

Kalau sobat penyuka fotografi,inilah salah satu tempat yang direkomendasi untuk fotografi  di kabupaten Natuna. Dapat dikatakan kawasan wisata ini menjadi ikon khas jika Sobat pernah berkunjung ke Natuna. Banyak orang yang mengabadikan kunjungan mereka tempat ini ini dengan berfoto ataupun ber-selfie. 

Ada banyak sekali spot menarik yang dapat Sobat sapatkan. Misalnya  bebatuan granit raksasa yang jumlahnya hampir mencapai ratusan ini, saat momen sunset yang merupakan ditunggu-tunggu para pengunjung untuk memilih momen terbaiknya saat berkunjung ditempat wisata ini.(JW)

Alif Stone Park Taman Batu Natuna



Salam Jiwa Wisata Bukit Kapur


Sobat JW kali ini kita kan mengeksplorasi keindahan alam pegunungan Natuna. Salah satunya adalah lokasi wisata pegunungan Bukit Kapur.

Kawasan wisata yang terletak di Desa Ceruk Kecamatan Bunguran Timur Laut ini, seakan menghipnotis pengunjung dengan pesona keindahan alamnya yang masih alami, sejuk  dan asri.


Lokasi wisata tersebut  berjarak lebih dari 2,5 km dari jalan utama menuju objek wisata air terjun Gunung Hiu Desa Ceruk. Sepanjang perjalanan menuju kawasan ini, sobat akan disuguhi pesona alam perbukitan, perkebunan masyarakat yang masih asri


Dan..sobat  JW  beratnya perjuangan dalam perjalanan menuju kawasan wisata ini, terbayarkan oleh sejuknya udara perbukitan dan pemandangan alamnya.


Diatas puncak bukit kapur ini kita bisa meihat pesona Gunung Ranai yang gagah, lalu kearah lautnya melihat Pulau Senoa, dan kalau perginya agak pagi kita bisa melihat Sunrise (matahari terbit)
Tentu sangat mengasyikan jika bersama keluarga dan orang yang dicintai sembari makan bersama dengan menikmati pemandangan yang hijau menghampar.


Sungguh pemandangan yang sangat indah, bepak-bepak oi..begitu kata orang natuna... (JW)

Bukit Kapur


Salam Wisata
lihat aku sayang
yang sudah berjuang
menunggumu datang
menjemputmu pulang

ingat slalu sayang
hati ku kau genggam
aku tak kan pergi
menunggu kamu di sini
tetap di sini

 
Sobat JW Pernah dengar lagu ini? 
Dengar lagu ini Ingat Jelita Sejuba....

Apa itu Jelita Sejuba..
Sejuba adalah sebuah daerah di Natuna, tepatnya di Desa Sepempang yang terkenal dalam Filmnya “ Jelita Sejuba” yang mulai syuting Oktober 2017 yang lalu dan tayang perdana 05 April 2018.
Film yang dibintangi oleh Putri Marino (Syarifah), mengisahkan tentang perjuangan dan kekuatan hati istri seorang  tentara yang rela ditinggalkan suaminya pergi dalam menunaikan tugas negara. 

source pict :https://www.antaranews.com/berita/700756/film-jelita-sejuba-kenalkan-keindahan-natuna
Soundtrack lagu jelita sejuba ini dinyayikan Anji Drive dengan title-nya Menunggumu. Kalau sobat Jiwa Wisata mendengarnya tentu terhanyut.
Hari ini JW berkesempatan mengunjungi area lokasi Jelita Sejuba.
 


Berikut OST nya...

Menunggu Kamu (OST Jelita Sejuba) - Anji
ku selalu mencoba
untuk menguatkan hati
dari kamu yang belum juga kembali

ada satu keyakinan
yang membuatku bertahan
penantian ini kan terbayar pasti

lihat aku sayang
yang sudah berjuang
menunggumu datang
menjemputmu pulang

ingat slalu sayang
hati ku kau genggam
aku tak kan pergi
menunggu kamu di sini
tetap di sini

jika bukan kepadamu
aku tidak tau lagi
pada siapa rindu ini kan ku beri
pada siapa rindu ini kan ku beri

lihat aku sayang
yang sudah berjuang
menunggumu datang
menjemputmu pulang

ingat slalu sayang
hati ku kau genggam
aku tak kan pergi
menunggu kamu di sini
di sini

lihat aku sayang
yang sudah berjuang
menunggumu datang
menjemputmu pulang

ingat slalu sayang
hati ku kau genggam
aku tak kan pergi
aku tak kan pergi
menunggu kamu di sini

Jelita Sejuba



Salam wisata 

Mungkin ada yang bertanya, kenapa namanya Batu Rusia? apa hubungannya Rusia dengan Natuna, mungkin ada hubungan kekerabatan gitu.

Batu Rusia ini terletak dipinggiran jalan menuju Desa Sepempang kurang lebih 3 km dari Kota Ranai, lebih kurang 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur

Kalau dilihat batunya agak unik, bentuknya seperti buritan kapal atau cendawan .Nah disebut dengan Batu Rusia sejarahnya begini, pada tahun 1941 – 1952 yaitu pada pemerintahan Datuk Kaya Wan Muhammad Rasyid  yang diangkat oleh Sultan Riau.

Plang Situs Budaya Batu Rusia ketika masih utuh
Bermula cerita Batu Rusia ini yakni dari peristiwa pecahnya kapal milik Rusia karena kandas di depan Pulau Senoa. Kapal membawa 40 Orang awak kapal dan 3 Orang wanita, mereka berenang ke arah Sepempang  yang tidak jauh dari Pulau Senoa.

Sambil menunggu bantuan, mereka beristirahat di tepi pantai tepatnya pada sebuah batu besar. Karena bantuan tidak kunjung datang mereka meninggalkan tulisan-tulisan semacam grafiti dengan memahat batu tersebut.

Akhirnya mereka berjalan kaki menuju Ranai meminta bantuan kepada Tok Kaya Wan Muhammad Rasyid yang pada waktu itu menjabat sebagai Datuk Kaya Pulau Bunguran. Karena kebetulan saat itu Ranai tengah panen padi, maka segala kebutuhan makanan orang-orang Rusia itu dijamin oleh Tok Kaya Wan Muhammad Rasyid

Sebelum  mereka kembali ke tanah airnya orang –orang Rusia tersebut menyempatkan diri menulis kata-kata di Batu tersebut menggunakan belati.
Tulisan "USSR" yang tulis oleh orang-orang Rusia dengan menggunakan belati
Beberapa kata yang terukir oleh  mereka di batu itu diantaranya adalah  adalah kalimat dalam Bahasa Indonesia “Selamat Tinggal” serta gambar dan lambang “USSR” dalam ukuran yang cukup besar. Terdapat juga  tulisan lain dalam bahsa Rusia “bre-che” yang artinya cukur janggut, lalu ada tulisan “zambiar” yang bermakna Ular serta  tulisan “kuku-rasa” yang artinya gandum. Tulisan-tulisan itu hingga kini masih terlihat di Batu Rusia, meski sebagian sudah terlihat kabur, karena termakan usia so..udah lama Sobat.

Nah jelaskan ceritanya, kita cukup berbangga dengan situs –situs budaya yang ada di Nusantara ini khususnya di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau ini. Tentunya ini akan menambah khazanah kekayaan alam Nusantara dan kita harus menjaganya.

Dari pantauan  jiwawisata.com ini objek wisata Batu Rusia yang begitu indah dan juga merupakan peninggalan sejarah tentu wajib dilindungi oleh pemerintah, kini seperti tidak terurus, semak belukar dan yang paling memprihatinkan adalah rusaknya plang situs cagar budaya Batu Rusia tersebut.(Jw)

Batu Rusia