Salam wisata 

Mungkin ada yang bertanya, kenapa namanya Batu Rusia? apa hubungannya Rusia dengan Natuna, mungkin ada hubungan kekerabatan gitu.

Batu Rusia ini terletak dipinggiran jalan menuju Desa Sepempang kurang lebih 3 km dari Kota Ranai, lebih kurang 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur

Kalau dilihat batunya agak unik, bentuknya seperti buritan kapal atau cendawan .Nah disebut dengan Batu Rusia sejarahnya begini, pada tahun 1941 – 1952 yaitu pada pemerintahan Datuk Kaya Wan Muhammad Rasyid  yang diangkat oleh Sultan Riau.

Plang Situs Budaya Batu Rusia ketika masih utuh
Bermula cerita Batu Rusia ini yakni dari peristiwa pecahnya kapal milik Rusia karena kandas di depan Pulau Senoa. Kapal membawa 40 Orang awak kapal dan 3 Orang wanita, mereka berenang ke arah Sepempang  yang tidak jauh dari Pulau Senoa.

Sambil menunggu bantuan, mereka beristirahat di tepi pantai tepatnya pada sebuah batu besar. Karena bantuan tidak kunjung datang mereka meninggalkan tulisan-tulisan semacam grafiti dengan memahat batu tersebut.

Akhirnya mereka berjalan kaki menuju Ranai meminta bantuan kepada Tok Kaya Wan Muhammad Rasyid yang pada waktu itu menjabat sebagai Datuk Kaya Pulau Bunguran. Karena kebetulan saat itu Ranai tengah panen padi, maka segala kebutuhan makanan orang-orang Rusia itu dijamin oleh Tok Kaya Wan Muhammad Rasyid

Sebelum  mereka kembali ke tanah airnya orang –orang Rusia tersebut menyempatkan diri menulis kata-kata di Batu tersebut menggunakan belati.
Tulisan "USSR" yang tulis oleh orang-orang Rusia dengan menggunakan belati
Beberapa kata yang terukir oleh  mereka di batu itu diantaranya adalah  adalah kalimat dalam Bahasa Indonesia “Selamat Tinggal” serta gambar dan lambang “USSR” dalam ukuran yang cukup besar. Terdapat juga  tulisan lain dalam bahsa Rusia “bre-che” yang artinya cukur janggut, lalu ada tulisan “zambiar” yang bermakna Ular serta  tulisan “kuku-rasa” yang artinya gandum. Tulisan-tulisan itu hingga kini masih terlihat di Batu Rusia, meski sebagian sudah terlihat kabur, karena termakan usia so..udah lama Sobat.

Nah jelaskan ceritanya, kita cukup berbangga dengan situs –situs budaya yang ada di Nusantara ini khususnya di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau ini. Tentunya ini akan menambah khazanah kekayaan alam Nusantara dan kita harus menjaganya.

Dari pantauan  jiwawisata.com ini objek wisata Batu Rusia yang begitu indah dan juga merupakan peninggalan sejarah tentu wajib dilindungi oleh pemerintah, kini seperti tidak terurus, semak belukar dan yang paling memprihatinkan adalah rusaknya plang situs cagar budaya Batu Rusia tersebut.(Jw)

Batu Rusia



Salam wisata 

Mungkin ada yang bertanya, kenapa namanya Batu Rusia? apa hubungannya Rusia dengan Natuna, mungkin ada hubungan kekerabatan gitu.

Batu Rusia ini terletak dipinggiran jalan menuju Desa Sepempang kurang lebih 3 km dari Kota Ranai, lebih kurang 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur

Kalau dilihat batunya agak unik, bentuknya seperti buritan kapal atau cendawan .Nah disebut dengan Batu Rusia sejarahnya begini, pada tahun 1941 – 1952 yaitu pada pemerintahan Datuk Kaya Wan Muhammad Rasyid  yang diangkat oleh Sultan Riau.

Plang Situs Budaya Batu Rusia ketika masih utuh
Bermula cerita Batu Rusia ini yakni dari peristiwa pecahnya kapal milik Rusia karena kandas di depan Pulau Senoa. Kapal membawa 40 Orang awak kapal dan 3 Orang wanita, mereka berenang ke arah Sepempang  yang tidak jauh dari Pulau Senoa.

Sambil menunggu bantuan, mereka beristirahat di tepi pantai tepatnya pada sebuah batu besar. Karena bantuan tidak kunjung datang mereka meninggalkan tulisan-tulisan semacam grafiti dengan memahat batu tersebut.

Akhirnya mereka berjalan kaki menuju Ranai meminta bantuan kepada Tok Kaya Wan Muhammad Rasyid yang pada waktu itu menjabat sebagai Datuk Kaya Pulau Bunguran. Karena kebetulan saat itu Ranai tengah panen padi, maka segala kebutuhan makanan orang-orang Rusia itu dijamin oleh Tok Kaya Wan Muhammad Rasyid

Sebelum  mereka kembali ke tanah airnya orang –orang Rusia tersebut menyempatkan diri menulis kata-kata di Batu tersebut menggunakan belati.
Tulisan "USSR" yang tulis oleh orang-orang Rusia dengan menggunakan belati
Beberapa kata yang terukir oleh  mereka di batu itu diantaranya adalah  adalah kalimat dalam Bahasa Indonesia “Selamat Tinggal” serta gambar dan lambang “USSR” dalam ukuran yang cukup besar. Terdapat juga  tulisan lain dalam bahsa Rusia “bre-che” yang artinya cukur janggut, lalu ada tulisan “zambiar” yang bermakna Ular serta  tulisan “kuku-rasa” yang artinya gandum. Tulisan-tulisan itu hingga kini masih terlihat di Batu Rusia, meski sebagian sudah terlihat kabur, karena termakan usia so..udah lama Sobat.

Nah jelaskan ceritanya, kita cukup berbangga dengan situs –situs budaya yang ada di Nusantara ini khususnya di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau ini. Tentunya ini akan menambah khazanah kekayaan alam Nusantara dan kita harus menjaganya.

Dari pantauan  jiwawisata.com ini objek wisata Batu Rusia yang begitu indah dan juga merupakan peninggalan sejarah tentu wajib dilindungi oleh pemerintah, kini seperti tidak terurus, semak belukar dan yang paling memprihatinkan adalah rusaknya plang situs cagar budaya Batu Rusia tersebut.(Jw)

No comments:

Post a Comment